Lelaki pun butuh diperhatikan. Lelaki pun ingin dimengerti
. Meski sering dianggap kuat, tegar, dan tidak mudah runtuh, aku tetap punya hati yang bisa lelah, bisa kecewa, bisa merasa tidak dianggap. Dan selama bertahun-tahun ini… itulah yang kurasakan. Aku menjalani hari-hari bersamamu tanpa pernah benar-benar tahu siapa diriku di matamu. Aku hadir ketika kau membutuhkan teman bicara, menjadi sandaran saat harimu berat, menghapus sedihmu tanpa pernah kau minta. Aku selalu ada—bahkan ketika aku sendiri sedang berantakan. Tapi semua itu tidak cukup membuatku menjadi seseorang yang kau akui. Aku hanya menjadi kekasih bayangan, sosok yang dekat tapi jauh, ada tapi tak pernah disebut, hadir tapi tak pernah diperhitungkan. Perasaanku kau terima, waktuku kau habiskan, tapi statusku tetap mengambang di antara “mungkin” dan “nanti”. Dan “nanti” itu tak pernah datang. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri: Salahku apa hingga kasihku tidak layak kau namai? Kurang apa usahaku hingga aku hanya pantas menjadi bayangan di hidupmu? Aku mencoba mengerti...