Lelaki pun butuh diperhatikan. Lelaki pun ingin dimengerti

 .

Meski sering dianggap kuat, tegar, dan tidak mudah runtuh, aku tetap punya hati yang bisa lelah, bisa kecewa, bisa merasa tidak dianggap. Dan selama bertahun-tahun ini… itulah yang kurasakan.


Aku menjalani hari-hari bersamamu tanpa pernah benar-benar tahu siapa diriku di matamu. Aku hadir ketika kau membutuhkan teman bicara, menjadi sandaran saat harimu berat, menghapus sedihmu tanpa pernah kau minta. Aku selalu ada—bahkan ketika aku sendiri sedang berantakan. Tapi semua itu tidak cukup membuatku menjadi seseorang yang kau akui.


Aku hanya menjadi kekasih bayangan, sosok yang dekat tapi jauh, ada tapi tak pernah disebut, hadir tapi tak pernah diperhitungkan. Perasaanku kau terima, waktuku kau habiskan, tapi statusku tetap mengambang di antara “mungkin” dan “nanti”. Dan “nanti” itu tak pernah datang.


Kadang aku bertanya pada diriku sendiri:

Salahku apa hingga kasihku tidak layak kau namai?

Kurang apa usahaku hingga aku hanya pantas menjadi bayangan di hidupmu?


Aku mencoba mengerti—bahwa mungkin kau takut berkomitmen, mungkin kau masih luka, mungkin kau belum siap. Tapi semakin lama aku bertahan, semakin aku sadar… bahwa yang tidak siap itu bukan kau, tapi aku. Aku tidak siap terus berada di ruang gelap tanpa kepastian. Aku tidak siap terus mencintai seseorang yang tidak pernah benar-benar memilihku.


Aku ingin diperhatikan tanpa harus meminta.

Aku ingin dimengerti tanpa harus menegaskan keberadaanku.

Aku ingin dicintai tanpa harus bertanya, “Aku ini siapa buatmu?”


Aku ingin menjadi seseorang yang diakui, bukan yang disembunyikan.

Menjadi prioritas, bukan cadangan.

Menjadi pilihan, bukan pelarian.


Dan aku tahu… hatiku pantas mendapatkan itu.


Pada akhirnya, aku hanya manusia—yang selama ini berusaha terlihat kuat, padahal sedang berjuang menahan runtuh. Yang selama ini menunggu, padahal mulai kehilangan dirinya sendiri. Yang selama ini mencintai, padahal tak pernah benar-benar dicintai kembali.


Jika aku pergi suatu hari nanti, itu bukan karena aku berhenti mencintaimu.

Itu karena akhirnya aku belajar mencintai diriku sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN TEMA 2 SUB TEMA 2 KELAS 5